Benarkah Anak yang Banyak Bertanya Menandakan Cerdas?!

PapiiLio – Saat si kecil belum bisa mengucapkan sepatah kata pun orang tua bakalan getol dalam mengajarkan anak untuk dapat mengucapkan kata pertama. Setelah bisa kata pertama maka akan ada kata kedua dan selanjutnya, setelah itu si kecil akan mulai belajar caranya merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat. Itulah kurang lebih fase berbicara yang bakal dilewati oleh si kecil.

anak-banyak-bertanya-menandakan-kecerdasan

Apakah anda orang tua yang bahagia mempunyai anak pendiam atau aktif? Apakah sahih anak yg aktif, poly bicara

Kecerdasan anak selain dipengaruhi oleh genetik yang diturunkan dari kedua orang tua juga dapat berasal dari stimulasi yang diberikan oleh orang tua. Anak yang banyak bicara khususnya bertanya cenderung akan memiliki pikiran yang lebih kritis dan rasa ingin tahu yang besar. Setiap kali mereka bertanya dan mendapatkan jawaban biasanya akan menjadi rangsangan bagi si kecil agar dapat menganalisa dan mencerna, apabila dirasa masi belum puas dan sesuai maka bisa jadi si kecil akan menanyakan pertanyaan lanjutan. Jadi penting sekali bagi orang tua untuk memberikan jawaban yang rasional dan tepat untuk memuaskan rasa ingin tahu dan menambah pengetahuan si kecil.

Berikut ini beberapa tanda yang diperlihatkan oleh anak yang tergolong cerdas

1. Fokus pada yang dikerjakan

Biasanya anak yang cerdas akan memiliki konsentrasi dan fokus yang tinggi saat sedang melakukan sesuatu, bisa orang tua amati gerak-gerik si kecil ketika sedang melakukan aktivitas baik itu bermain ataupun belajar. Bisa jadi si kecil tidak mau diganggu sebelum dapat menyelesaikan apa yang sedang dikerjakan.

2. Senang mengamati

Anak yang cerdas cenderung akan senang untuk mengamati dan bisa untuk memodifikasi, misalnya orang tua mengajarkan origami cara membuat kapal. Mereka awalnya akan mengamati lalu mengikuti arahan dari orang tua hingga akhirnya mereka bisa membuat kapal, keesokan harinya bisa saja mereka memodifikasi hingga menghasilkan bentuk kapal yang lain tapi serupa dengan bentuk awalnya.

3. Memiliki beragam kosakata

Kosakata yang diserap oleh anak selain diajarkan oleh orang tua bisa jadi didapat dari percakapan yang sering mereka dengarkan sehari-hari. Untuk anak kecil yang dapat menggunakan kosakata yang biasanya hanya digunakan oleh orang dewasa dan bisa merangkai hingga menjadi kalimat yang baik dan benar bisa menandakan bahwa daya serap dan cara mencerna anak sangat tinggi sehingga mereka dapat mengaplikasikannya dalam percakapan.

4. Lebih sensitif terhadap lingkungan

Kecerdasan emosional anak bisa terlihat dari tingkah laku mereka sehari-hari, tentu saja anak-anak pada umumnya cenderung cuek dan lebih individualis. Tapi berbeda dengan anak yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, mereka memiliki rasa kepedulian terhadap sekitarnya juga. Contohnya ketika ada teman yang bertengkar bisa jadi mereka berusaha untuk mendamaikan atau ketika temannya sedang sedih mereka dapat memberikan perhatian.

Baca juga : Cara menghadapi anak yang terlalu aktif

5. Banyak bertanya

Rasa ingin tahu yang besar dan keterbukaan terhadap pengalaman yang baru bisa membuat anak tumbuh menjadi lebih cerdas. Mengapa demikian? Karena anak yang cerdas biasanya memang memiliki pandangan yang berbeda dibanding anak yang seusianya, cara pandang mereka akan jauh lebih luas dan mendalam. Rasa ingin tahu sendiri akan mendorong anak untuk mempelajari dan memahami suatu kondisi dan merubahnya menjadi pertanyaan ketika keadaan tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka lihat dan rasakan.

Baiknya jawaban dan respon yang diberikan oleh orang tua saat anak bertanya adalah yang dapat memuaskan rasa ingin tahu dan dapat menerangkan secara logis dan jelas. Usahakan untuk tidak memberikan batasan dan teruslah melatih anak untuk bertanya agar pikiran mereka semakin kritis dan terbiasa. Sehingga perkembangan kognitif dan motorik anak akan mengalami perkembangan yang baik pula.

Bagaimana cara orang tua mengatasi pertanyaan anak yang susah untuk dijawab?

Walaupun orang tua telah hidup lebih lama dan memiliki asam garam yang banyak tapi belum tentu dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh anak. Terkadang pertanyaan yang diberikan oleh anak bisa tidak masuk akal atau diluar nalar, tapi balik lagi ya kepada tugasnya orang tua agar dapat memberi arahan dan jawaban yang lugas dan logis selama memberikan jawaban.

menjawab-pertanyaan-anak-yang-banyak-bertanya

Sebaiknya jangan mengalihkan ataupun mengacuhkan pertanyaan tanpa memberikan jawaban karena si kecil tidak akan mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang tua adalah biasanya saat anak bertanya kepada ibu “Ibu, kenapa topi harus bundar?”, “ibu ga tau coba sana tanya sama ayah mu” dan bisa juga berlaku kebalikan. Sebaiknya tidak membiasakan perilaku seperti ini, bisa dirubah dengan “pertanyaanmu bagus nak, tapi untuk sekarang ibu belum tahu jawabannya. Ntar ibu cari tahu dulu ya, kalau uda tahu ntar ibu kasitau adek ya”.

Dan perlu diketahui bahwa mungkin bakalan ada pertanyaan-pertanyaan sulit lainnya lagi yang bakal mereka tanyakan, hitung-hitung belajar bersama dengan anak ya. Jadi orang tua diharapkan jangan malas dan acuh dalam memberikan jawaban dari tiap pertanyaan yang diberikan karena baik sekali untuk memberikan stimulasi pada perkembangan otak dan perilaku anak.

Kira-kira bagaimana cara mendidik anak menjadi pintar dan cerdas? Pastinya memiliki anak yang pintar dan cerdas baik dari segi akademis ataupun perilaku dan tingkah laku sehari-hari merupakan impian dari tiap orang tua. Jadi orang tua juga perlu belajar caranya mendidik anak dan memberikan stimulasi yang tepat sehingga tumbuh kembang anak menjadi optimal. Mendidik dan membentuk anak tidak dapat dilakukan dalam hitungan jam, diperlukan waktu yang panjang dan kesabaran dalam mendidiknya.

kecerdasan-anak-yang-banyak-bertanya

Selain menggunakan rasa ingin tahu anak yang besar ternyata ada cara lainnya yang mungkin bisa diterapkan oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas, antara lain adalah :

1. ASI ekslusif selama 6 bulan pertama

Sampai hingga artikel ini dirilis belum ada susu formula manapun yang dapat menandingi asupan gizi dan nutrisi yang bisa mengalahkan ASI. Selain itu ASI juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan imunitas pada si kecil sehingga akan menghindarkan dari penyakit-penyakit dan juga dapat membuat bonding antara ibu dan anak terjalin lebih dekat dan baik.

Baca juga :

  • Panduan lengkap tentang ASI
  • Pentingnya ASI untuk bayi yang baru lahir
  • Ternyata ini suka duka ibu menyusui

2. Mengatur pola istirahat

Istirahat yang cukup dan pada waktunya akan membantu memulihkan kondisi badan dan meningkatkan konsentrasi anak. Sehingga dengan cukup istirahat dapat membantu anak untuk tetap fokus seharian baik itu untuk bermain ataupun belajar.

3. Memberikan jawaban yang logis

Jangan menjawab pertanyaan anak seadanya atau dijawab dengan candaan tanpa ada penjelasan lanjutan karena bisa membuat anak mendapatkan informasi yang tidak tepat. Cara menjawab masing-masing orang tua memang berbeda tapi sebisa mungkin tetap memberikan jawaban yang logis dan rasional sehingga anak tidak miskonsepsi.

4. Menemani anak saat main gadget atau menonton televisi

Sumber pengetahuan dijaman canggih seperti sekarang bisa bermacam-macam, yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari tak lain adalah gadget dan televisi. Tapi perlu pengawasan dari orang tua untuk memfilter pengetahuan apa yang pantas didapatkan oleh anak sesuai dengan usianya, sebaiknya orang tua terus memantau dan menemani selagi anak main gadget atau menonton tv. Karena tv sekarang lebih banyak acara yang tidak mendidik sehingga sangat disarankan oleh orang tua terus mendampingi.

5. Memberi minyak ikan

Dari jaman dahulu kala minyak ikan telah dipercaya dapat meningkatakan kemampuan otak dan kecerdasan anak, karena minyak ikan memiliki banyak kandungan baik seperti DHA dan omega 3. Tapi sebelum membeli sebaiknya orang tua dapat terlebih dahulu membaca dan memahami kandungan-kandungan yang terdapat dari minyak ikan, karena tiap merk bisa memiliki kandungan yang berbeda-beda.

6. Memberi pujian

Memberi pujian di saat yang tepat dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan membuat anak lebih percaya kepada kemampuan yang mereka miliki. Tapi jangan memuji tiap saat ya, dilarang keras memuji anak saat melakukan kesalahan karena bisa membuat mereka berpikir bahwa tindakan salah yang mereka lakukan adalah benar sehingga bisa mereka ulangi lagi suatu saat.

Sisi positif yang bisa didapat dari anak yang banyak bertanya sejak kecil Terdapat penelitian bahwa anak kecil dapat bertanya 200-300 pertanyaan tiap harinya, tentu saja jumlah itu tidak sedikit ya. Mungkin banyak dari orang tua yang bakalan kewalahan dalam menjawab dan bisa saja habis kesabaran, tapi dalam membesarkan anak selain memberikan makanan untuk mengenyangkan perut tentunya juga merupakan tugas orang tua memberikan jawaban-jawaban untuk mengenyangkan rasa ingin tahu si kecil.

banyak-bertanya-dapat-meningkatkan-kecerdasan-anak

Baca juga : Cara efektif mengajarkan anak Toilet Training

Anak yang tumbuh dengan banyak bertanya memiliki banyak sisi positif yang mungkin orang tua belum ketahui, inilah beberapa sisi positif yang bisa didapat dari anak yang banyak bertanya antara lain adalah :

  • Mengembangkan kemampuan motorik dan kognitif
  • Membantu anak mengembangkan logika berpkir
  • Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi lebih baik
  • Memperluas wawasan anak
  • Mempunyai kemampuan social dalam berhubungan dengan orang lain
  • Memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi
  • Membuat anak memiliki cara berpikir yang sistematis
  • Memiliki selera humor yang baik

Nah kan, ternyata di balik cerewetnya anak yang banyak bertanya memiliki banyak sekali segi positifnya yah. Jadi syukuri saja apabila anda memiliki anak yang banyak bertanya karena bisa menjadi pertanda anda memiliki anak yang pintar dan cerdas.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *