CIRI ANAK STUNTING DAN CARA MENGATASINYA

Stunting dalam anak apakah berbahaya?

Apa itu stunting?

Stunting adalah kondisi dimana seorang anak mengalami permasalahan gizi kronis, dimana penyebabnya adalah kekurangan asupan gizi yang diperlukan oleh tubuh dalam jangka waktu panjang.

Perlu diketahui stunting mampu terjadi mulai menurut di pada kandungan lho, jadi para mak yang sedang mengandung diperlukan sanggup memenuhi kebutuhan asupan gizi

Stunting anak usia dini

Dilansir dari situs WHO, terdapat 182 juta anak di seluruh dunia yang masi berada di bawah usia 5 tahun mengalami stunting. Sementara untuk di Indonesia sendiri sampai saat ini terindikasi jumlah balita yang terkena stunting mencapai jumlah kurang lebih 8 juta. Tercatat masi ada 3 dari 10 balita di Indonesia yang terkena stunting. Dengan jumlah yang cukup mencengangkan itu WHO menetapkan Indonesia sebagai salah satu Negara dengan status gizi yang buruk.

Ciri stunting pada anak

  • Selain pertumbuhan badan yang terhambat ternyata stunting juga mempengaruhi tumbuh kembang otak, dimana akan menyebabkan terganggunya konsentrasi anak dalam belajar maupun didalam menjalani kehidupan sehari2.
  • Pertumbuhan gigi terlambat
  • Pubertas terlambat
  • Kurang focus dalam belajar
  • Menjadi lebih pendiam dan tidak suka melakukan kontak mata

Baca juga : Pentingnya ASI exclusive

Cara menghindari  stunting

1.Memenuhi asupan gizi sang ibu yang sedang mengandung sehingga janin ny juga akan menjadi sehat. Disarankan mengkonsumsi asam folat ( untuk perkembangan otak ) dan zat besi selama hamil.

2.Penuhi kebutuhan makro dan mikro.

Pada ibu hamil kebutuhan makro terdiri dari Karbohidrat, Protein dan Lemak. Sedangkan kebutuhan mikro terdiri dari Kalsium, Asam folat, Zat besi, Vitamin A, Vitamin C, dan Vitamin B12

3.Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.

Apabila lingkungan sekitar kita kotor maka akan rawan terserang bakteri maupun virus. Untuk tumbuh kembang anak yang baik ke depannya siapkan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk ditinggali.

Cara mengatasi stunting sejak dini

1.Disarankan memberi ASI exclusive

Minimal sampai usia 6 bulan, dikarenakan kandungan gizi di dalam asi sangat banyak dan bagus buat perkembangan anak itu sendiri.

2.Istirahat yang cukup dan berkualitas

Ternyata istirahat yang berkualitas di malam hari sangat mempengaruhi perkembangan anak. Dikarenakan hormone pertumbuhan bakal bekerja secara maksimal di saat anak berisitirat di malam hari. Usahakan menjadwal jam tidur anak di malam hari agar mendapatkan waktu tidur yang berkualitas.

3.Memberikan asupan gizi yang optimal

Bisa didapat melalui ASI, Vitamin ataupun MPASI ( Makanan pendamping asi ). Jika anak anda menunjukkan tanda2 dini mengalami stunting jangan dibiarkan. Usahahan memberikan asupan gizi yang optimal untuk mengejar ketertinggalan selama masi di dalam kandungan.

Baca juga : Tips merawat bayi yang baru lahir

4.Berolahraga dan banyak melakukan aktivitas fisik

Dikutip dari salah satu riset bahwa anak yang rutin berolahraga dan aktif akan memiliki tubuh yang lebih tinggi dibanding anak yang pasif. Kog bisa begitu? Dikarenakan dengan banyak ny aktivitas harian yang dilakukan tentu saja anak akan kelelahan dan mempengaruhi istirahatnya di malam hari bakal menjadi lebih nyenyak.

5.Menerapkan pola hidup bersih dan sehat

Usahakan menjaga kebersihan sebelum bersentuhan dengan bayi, mencuci alat makan/minum secara berkala dan jangan lupa di steril, membersihkan mainan anak.

  • Anak dikatakan stunting jika proporsi tubuh cenderung masi terlihat normal, tapi apabila dibandingkan dengan anak seusianya biasa dikatakan terlihat lebih kecil
  • Berat badan anak berada di bawah standar normal untuk anak seusianya
  • Pertumbuhan tulang yang tertunda bakal menyebabkan tinggi anak mengalami hambatan/lebih lambat tinggi.

Diharapkan kesigapan dari para orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak. Mari kita bersama-sama memberantas stunting.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *